MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
"Masalah Perubahan Sosial"
Disusun oleh :
Fathan Qibthyo, Npm : 52415538
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
BEKASI
2016
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti mengalami
perubahan-perubahan. Tidak ada sekelompok masyarakat pun yang tidak berubah.
Perubahan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya
dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan dengan
kebudayaan. Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu masyarakat
sering dikenal dengan istilah perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat
menuju ke arah yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini,
berarti perubahan dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya
perubahan sosial yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai
berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Dan para ahli mempunyai pendapat
yang berbeda tentang perubahan sosial tersebut. Oleh karena itu, melalui
makalah ini, kami ingin mengetahui bagamaina pendapat para ahli mengenai
perubahan sosial dan contoh perubahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.
RUMUSAN
MASALAH
Dari latar belakang di atas dapat diperoleh
rumusan masalah sebagai berikut:
Apakah definisi dari perubahan sosial dalam
masyarakat ?
Bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan
sosial?
Apa sajakah tipe-tipe dari perubahan sosial?
Apa sajakah perubahan sosial yang terjadi di
lingkungan?
TUJUAN
Tujuan yang ingin diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah
Untuk mengetahui definisi dari perubahan sosial
dalam masyarakat.
Untuk mengetahui pendapat para ahli tentang
perubahan sosial.
Untuk mengetahui tipe-tipe perubahan sosial.
Untuk mengetahui perubahan sosial yang terjadi di
lingkungan.
MANFAAT
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah :
Dapat mengetahui definisi dari perubahan sosial
dalam masyarakat.
Dapat mengetahui pendapat para ahli tentang
perubahan sosial.
Dapat mengetahui tipe-tipe perubahan sosial.
Dapat mengetahui perubahan sosial yang terjadi di
lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu
perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat
dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun
keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai,
norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia,
organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai
berikut :
1) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau
menguntungkan.
2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu
yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat.
Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu
kemajuan, masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat
menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah,
migrasi, pengenalan ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru untuk
melengkapi ataupun menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan
beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain,
perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda
dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi
perubahan sosial, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan juga
faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari masyarakat
itu sendiri meliputi : bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan
baru, pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan
atau resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang
berasal dari luar masyarakat meliputi : sebab-sebab yang berasal dari lingkungan
fisik yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh
kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan sosial, adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat perubahan
sosial. Faktor yang mendorong terjadinya perubahan yaitu : kontak dengan
kebudayaan lain, sistem pendidikan yang lebih maju, sikap menghargai hasil
karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi, sistem lapisan
masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat
terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke muka, dan juga nilai
meningkatkan taraf hidup.
Faktor yang menghambat terjadinya perubahan soaial
adalah : kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan ilmu
pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang tradisionalistis, adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, rasa takut akan
terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap hal-hal yang baru, hambatan
ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
B. PENDAPAT
PARA AHLI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL
Para sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat
yang berbeda mengenai perubahan sosial. Berikut ini adalah para ahli beserta
pendapat mereka mengenai perubahan sosial :
1. William F. Ogburn (1964), mengemukakan bahwa
ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan material dan
immaterial, yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material
terhadap unsur-unsur immaterial.
2. Kingsley Davis (1960), mengartikan perubahan
sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi
masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat
kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan
majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi
ekonomi dan politik.
3. Mac Iver (1937: 272), mengartikan bahwa
perubahan sosialsebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan
yangdikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atausebagai perubahan
terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan sosial.
4. Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan
perubahan sosialadalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima,
baikkarena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaanmaterial, komposisi
penduduk, dan ideologi maupun karenaadanya difusi ataupun penemuan-penemuan
baru dalammasyarakat
5. Selo Soemardjan (1962: 379), merumuskan
perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di
dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok
dalam masyarakat.
6. Samuel Koenig (1957: 279), mengatakan bahwa
perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam
pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi dapat disebabkan oleh faktor
intern dan ekstern.
7. Sugihen (1982), mengkaitkan perubahan sosial
dengan beberapa kata lain yang merujuk pada proses sosial yang sama, seperti :
industrialisasi, modernisasi, dan pembangunan.
8. Merton (1957;1964), mengatakan bahwa perubahan
sosial merupakan fungsi manifestasi dari suatu rekayasa sosial lewat upaya
pembangunan yang dilambangkan atau diwujudkan dalam kegiatan industralisasi
menuju suatu masyarakat modern.
9. Rogers, et. al. (1988), memahami bahwa
perubahan sosial adalah suatu proses yan melahirkan perubahan-perubahan di
dalam struktur dan fungsi dari suatu sistem kemasyarakatan. Ada 3 tahapan utama
dalam proses perubahan sosial yang terjadi. Pertama, berawal dari diciptakannya
atau lahirnya sesuatu yang berkembang menjadi suatu gagasan. Bila gagasan
tersebut sudah menggelinding seperti roda yang berputar pada sumbunya, dan
sudah tersebar di kalangan masyarakat maka perubahan tersebut sudah memasuki
tahap kedua. Tahapan yang ketiga yaitu disebut dengan hasil, yaitu
perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu sistem sosial yang bersangkutan
sebagai akibat dari diterimanya, atau ditolaknya suatu inovasi.
10. Larson dan Rogers (1964), mengemukakan pengertian tentang perubahan sosial
yang dikaitan dengan adopsi teknologi yaitu perubahan sosial merupakan suatu
proses yang berkesinambungan dalam suatu bentangan waktu tertentu. Pemakaian
teknologitertentu oleh suatu warga masyarakat akan membawa suatu perubahan
sosial yang dapat diobservasi lewat perilaku anggota masyarakat yang
bersangkutan.
11. Ferdinand Toennies (1855-1936), menggambarkan proses perubahan sosial
sebagai perkembangan dari Gemeinschaft menjadi Gesellschaft. Gemeinschaft
(paguyuban) adalah kelompok orang yang relasi-relasi interaksionalnya bersifat
langsung, dalam, dan terarah kepada diri orang lain dalam keseluruhannya.
Sedangkan Gesellschaft (patembayan) adalah kelompok-kelompok di mana
interaksional bersifat tidak langsung, dangkal, hanya menyentuh kulit atau
permukaan hidup saja, dan terarah pada sebagaian saja dari orang lain, yaitu
kedudukan, wewenang, atau kemampuannya.
12. Atkinson (1987) dan Brooten (1978), menyatakan definisi perubahan merupakan
kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan
sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku
individu atau institusi. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu
pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan perilaku kelompok. Setelah suatu
masalah dianalisa, tentang kekuatannya, maka pemahaman tentang tingkat-tingkat
perubahan dan siklus perubahan akan dapat berguna.
13. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa, perkembangan masyarakat seringkali
dianalogikan seperti halnya proses evolusi, suatu proses perubahan yang
berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil
penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya.
14. Spencer mengungkapkan bahwa suatu organisme akan bertambah sempurna apabila
bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Kesempurnaan
organisme dicirikan oleh kompleksitas, differensiasi dan integrasi.
Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan
integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi
heterogen. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada
tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh
pertentangan di antara mereka sendiri. Pada masyarakat industri yang telah
terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan
yang damai. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas
hak individu, berkurangnya kekuasaan pemerintah, berakhirnya peperangan antar
negara, terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global.
15. Comte mempunyai pemikiran yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam.
Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme, memandang bahwa
masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap
tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Selanjutnya Comte
menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan
antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sebagaimana
Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup, Comte menyatakan
bahwa dengan adanya pembagian kerja, masyarakat akan menjadi semakin kompleks,
terdeferiansi dan terspesialisasi.
Comte membagi perubahan sosial dalam dua konsep
yaitu social statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika
struktural). Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu
masa tertentu. Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat
yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Sedangkan dinamika
struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain.
Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian
yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
16. Kornblum (1988), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan
sosial. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik
yang material maupun immaterial. Penekannya adalah pada pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial. Perubahan
sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan
fungsi masyarakat.
17. Soekanto, (1990) mendefinisikan perubahan sosial adalah segala perubahan
yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat
sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur
masyarakat lainnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam
unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya
perubahan dalam unsur geografis, biologis, ekonomis dan kebudayaan.
18. Moore (2000), perubahan sosial merupakan
bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian,
yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan
tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya.
Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial.
C. TIPE –
TIPE PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang
yang wujudnya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan
sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai berikut :
1. Perubahan
Lambat dan Perubahan Cepat. Perubahan terjadi secara lambat akan
mengalami rentetan perubahan yang saling berhubungan dalam jangka waktu
yang cukup lama. Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi.
Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah
lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang
berjalan. Adapun penentuan kapan perubahan tersebut terjadi, bergantung pada
orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat
mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu
dinamakan revolusi. Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut
menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang
industri. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan
kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI.
2. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan
yang
Pengaruhnya Besar Perubahan yang
pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi unsur-unsur
kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak memiliki
arti yang penting dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode
pakaian yang tidak melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya
besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga- lembaga yang ada pada
masyarakat. Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan
kenegaraan suatu bangsa.
3. Perubahan
yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau
disebut juga perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan perubahan
yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki
wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program Keluarga
Berencana(KB) untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan
angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki
(unintended-change)atau disebut juga perubahan yang tidak direncanakan
(unplanned-change) umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki.
Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam
desa akan mudah dipasarkan ke kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan
penduduk desa akan meningkat. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan
kota menyebabkan mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya
budaya kota terutama yang bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan,
minuman keras, VCD porno, dan keinginan penduduk desa untuk memiliki
barang-barang mewah.
D. PERUBAHAN
SOSIAL YANG TERJADI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang
menunjukkan perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di
lingkungan tempat tinggal saya pun terjadi berbagai macam perubahan sosial,
seperti :
1. Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih dari dua, misalnya lima,
atau enam bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga Berencana (KB), saat ini
sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak. Selain dipengaruhi oleh
kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya juga disebabkan oleh
adanya kematian dan juga perpindahan penduduk. Banyak masyarakat yang berpindah
ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga sebaliknya banyak penduduk yang
dari kota berpindah ke desa.
2. Perubahan
Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar
atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang masyarakat telah banyak yang
menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian pengetahuan yang
dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai akaibat positif dengan terjadinya
perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif bagi
kualitas penduduk, perubahan sosial juga menimbulkan dampak negatif yang berupa
penurunan moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan moral ini sering
terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang kurang sopan
dalam masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga masyarakat tanpa
memberi salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu,
banyak juga masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam
lingkungan masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
3. Perubahan
Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara, juga mempunyai
pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu pengambilan
keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya pengambilan
keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui musyawarah mufakat.
4. Perubahan
Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya sebagaian besar adalah
sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya pengetahuan
yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai negeri, karyawan suatu
perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau bekerja ditampat lain.
5. Perubahan
Gaya Hidup
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat pun berubah. Saat ini
gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan pedesaan. Warga
masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi. Contoh perilaku
konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada gaya berpakaian. Setiap hari
selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik di toko maupun di pasar.
Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak ingin ketinggalan. Selain
itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai pandangan bahwa
produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam negeri.
6. Perubahan
karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan bantuan
tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan juga dibantu oleh tetangga
dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan berkembangnya
teknologi, para petani telah menggunakan traktor dalam membajak sawah dan juga
sudah menggunakan mesin perontok padi untuk mengolah hasil panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi
yang berkaitan dengan komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin
berkomunikasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat
komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat
ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan,
sekarang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal
apa itu facebook, email, twitter, dan lain sebagainya
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat pada
perilaku anak muda saat ini. Banyak yang meniru trend-trend atau budaya
masyarakat barat, misalnya cara berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali anak
muda yang mau mengenakan pakaian adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara
pernikahan. Mereka bilang terlalu ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan
seperti, angklung, gamelan, kesenian ketoprak, lagu-lagu tradisional tidak lagi
diminati oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak mengetahui kebudayaan
daerah tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan kesenian-kesenian
tersebut telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu
perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak
ke arah suatu kemajuan, dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya,
perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami
kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya
mengenai perubahan sosial. Diantaranya William F. Ogburn, Selo Soemardjan,
Ferdinand Toennies, Gillin dan Gillin, dan masih banyak ahli lainnya. Salah
satu pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu pendapat Selo
Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai segala
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola
perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan sosial.
Tipe-tipe tersebut adalah : perubahan lambat dan perubahan cepat, perubahan
yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki, dan perubahan yang
pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di lingkungan saya
adalah sebagai berikut : perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup,
perubahan mata pencaharian, perubahan kualitas penduduk, perubahan peraturan,
perubahan karena adanya teknologi, dan perubahan budaya.
SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi terjadinya perubahan sosial, maka :
1. Sebaiknya masyarakat mendukung perubahan ke
arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat yang
berkembang untuk lebih maju.
2. Walaupun sudah terjadi perubahan (perkembangan
jaman), sebaiknya warga masyarakat tidak melupakan kebudayaan peninggalan nenek
moyang dan sebaiknya melestarikan kebudayaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiologi Pedesaan.
Jakarta : Rajawali Pers.
Waluya, Bagja. Sosiologi 3. 2009. Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk
Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.
Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi Sejarah dan Berbagai Pemikirannya.
Yogyakarta : Kreasi Wacana.